Konsep Pengembangan dan Pembelajaran Organisasional

Teori Pengembangan Organisasional (PO) dikembangkan sejak tahun 1930 ketika para ahli psikologi menyadari bahwa struktur dan proses organisasi berpengaruh terhadap motivasi dan perilaku pekerja. Lewin pada tahun 40 an dan 50 an membantu menunjukkan bahwa umpan balik di dalam proses berorganisasi sangat bermanfaat sebagai alat di dalam proses social. Saat ini PO di fokuskan pada proses penyelarasan organisasi dengan perubahan lingkungan yang sangat cepat dan kompleks melalui pembelajaran organisasional, manajemen pengetahuan dan transformasi norma dan nilai-nilai organisasional.

Konsep Utama Teori Pengembangan Organisasional

Iklim Organisasi. Definisi dari iklim organisasi adalah mood atau kepribadian yang unik dari sebuah organisasi. Sikap dan kepercayaan tentang praktek organisasional yang menciptakan  iklim dan mempengaruhi anggota organisasi secara keseluruhan. Iklim organisasi menggambarkan features dan karakteristik yang mungkin berhubungan dengan kepuasan kerja, stress, kualitas pelayanan, luaran, dan keberhasilan mengimplementasikan program-program baru. Gambaran dan karakteristik iklim organisasi meliputi kepemimpinan, keterbukaan dalam berkomunikasi, manajemen partisipatif, kejelasan peran, dan pemberian solusi terhadap konflik, dukungan dan control dari para pemimpin.

Budaya Organisasi

Penanaman norma-norma, nilai-nilai dan perilaku bersama para anggota organisasi. Lima elemen dasar dari perilaku organisasi meliputi: Asumsi, nilai-nilai, norma dan pola perilaku, artifacts. Gambaran subyektif (asumsi, nilai dan norma) mencerminkan pemikiran yang tidak disadari dan inteprestasi anggota terhadap organisasi mereka.

Strategi-Strategi Organisasi

Pendekatan PO secara umum digunakan untuk membantu perubahan negosiasi organisasi, seperti penelitian tindakan yang terdiri dari empat langkah, yakni diagnosis, yaitu membantu organisasi mengidentifikasi masalah yang mungkin menghalangi efektivitas dan menilai penyebabnya. Biasanya dilakukan oleh para spesialis yang terdaftar di luar organisasi untuk membantu mengidentifikasi masalah dengan mengkaji misi, tujuan, kebijakan, struktur, teknologi; iklim dan buadaya organisasi, factor-faktor lingkungan, luaran yang diinginkan, dan kesiapan untuk melakukan tindakan. Biasanya dilakukan melalui wawancara dengan informan atau survey ke semua anggota organisasi secara formal.

Perencanaan Tindakan: Pengembangan strategi intervensi untuk mendiagnosis masalah. Mengajak organisasi di dalam proses perencanaan tindakan untuk menilai kelayakan dari implementasi strategi perubahan yang berbeda untuk mengarahkan ke tindakan.

Intervensi: Langkah-langkah perubahan dispesifikasikan dan diurutkan, dimonitor kemajuannya, ditanamkan komitmen pemangku kepentingan.

Evaluasi: Nilailah usaha perubahan yang direncanakan  dengan melacak kemajuan organisasi di dalam mengimplementasikan perubahan dengan mendokumentasikan dampaknya pada organisasi.

http://www.med.upenn.edu/hbhe4/part4-ch15-organizational-development-theory.shtml 

Pembelajaran Organisasional di Pelayanan Kesehatan

Proses dari pendidikan kolektif di sebuah organisasi  yang mempunyaoi kapasitas untuk mempengaruhi operasi organisasi, kinerja dan luaran yang disebut pembelajaran organisasional.

Di organisasi pelayanan kesehatan, pelayanan pasien diberikan melalui satu atau lebih tim yang kelihatan maupun tidak kelihatan.Tim terdiri dari para ahli dan para pemula dari latar belakang yang berbeda yang bekerja sama untu  memberikan pelayanan secara terkoordinasi. Jumlah tim yang terlibat di dalam memberikan pelayanan  dan kemungkinan di pecah di dalam pelayanan melalui komunikasi dan koordinasi meningkatkan proporsi secara langsung untuk teknologi maju/canggih dan strategi pengobatan dari proses penyakit yang komplek. Pelayanan pasien yang aman dari pembelajaran para professional; pembelajaran tim antar professional, dan system berdasarkan pembelajaran organisasi,

Layanan pasien yang aman difasilitasi melalui pembelajaran individu/perorangan professional, pembelajaran tim antar profesi, dan berbasis pembelajaran organisasi, yang mencakup pembelajaran tema-tema spesifik yang telah disesuaikan oleh berbagai tim dan anggota tim dalam organisasi layanan kesehatan. Pembelajaran organisasi dalam system layanan kesehatan adalah pemusatan pengaturan kebutuhan pembelajaran dalam system inter koneksi yang dinamis dan rumit, dimana semua pihak harus memiliki pengetahuan umum yang sesuai dengan pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab untuk melaksanakan fungsi yang diembannya, mampu berkomunikasi dan memahami arus informasi yang relevan dan secara bersama-sama memberikan layanan pasien yang aman.

Pembelajaran organisasi dalam layanan kesehatan adalah bukan sebatas sekali penanganan, melainkan penanganan yang kontinyu, berulang-ulang yang terjadi baik secara formal maupun informal yang tergabung secara timbal balik dengan perubahan organisasi. Contoh Perubahan organisasi merespons pembelajaran organisasi dan pembelajaran organisasi yang menerapkan pengetahuan dan cara-cara baru dalam rangka menciptakan perubahan organisasi

Dikutip dari www.mdpi.com/2079-8954/2/1/24/pdf   by S Ratnapalan – ‎2014 systems

ISSN 2079-8954

www.mdpi.com/journal/systems

Definisi Pembelajar Organisasional secara luas adalah sebuah proses pembelajaran di dalam organisasi yang melibatkan level interaksi individual dan kolektif di dalam organisasi, maupun antar organisasi dalam menganalisis dan mengarahkan/memimpin untuk mencapai tujuan organisasi.

Popova-Nowak. 6 Agustus 2015, http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1534484315596856,

Konsep dari pembelajaran organisasi adalah proses di dalam organisasi yang melibatkan interaksi tingkat individual dan kolektif (kelompok, organisasi, dan antar organisasi) di dalam menganalisis dan mengarahkan usaha untuk mncapai tujuan organisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *