ANALISIS SWOT

Setelah rumah sakit melakukan analisis lingkungan eksternal dan internal, maka rumah sakit perlu merumuskan strategi atau membuat formulasi strategi.

“Strategy formulation, often referred to as strategic planning or long-range planning, is concerned with developing a corporation’s mission, objectives, strategies, and policies. It begins with situation analysis:the process of finding a strategic fit between external opportunities and internal strengths while working around external threats and internal weaknesses.” (Wheelen and Hunger, 2012).

Jadi formulasi strategi sebagaimana dikemukakan di dalam Wheelen and Hunger (2012) adalah rencana strategic (Renstra) atau rencana jangka panjang. Di dalam menyusun Renstra, terlebih dahulu melakukan pengembangan misi, sasaran, strategi dan kebijakan, yang dimulai dengan melakukan analisis lingkungan, yaitu sebuah proses untuk menemukan strategi yang sesuai dengan kesempatan eksternal dan kekuatan internal, sementara mengantisipasi ancaman dan perbaikan kulemahan organisasi. Analisis situasi ini terkenal dengan analisis SWOT singkatan dari Strength (kekuatan), Weekness (kelemahan), Opportunities (kesempatan), and Threat (Ancaman). Analisis SWOT terlebih dahulu melihat factor strategis internal yaitu kekuatan dan kelemahan organisasi, baru kemudian melihat peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal. Lingkungan insternal adalah lingkungan yang perubahannya dapat dikendalikan oleh organisasi, sedangkan lingkungan eksternal perubahannya tidak dapat dikendalikan oleh organisasi, dan kadang-kadang sulit untuk diprediksi, oleh karena itu perubahan lingkungan eksternal perlu perhatian yang lebih besar dibandingkan perubahan lingkungan internal, dengan demikian urutan analisis situasinya lebih tepat menggunakan istilah analisis TOWS (Threat, Opportunities, Weakness, and Strength).

Dapat dikatakan bahwa intisari dari strategi adalah kesempatan dibagi oleh kapasitas. Kesempatan itu sendiri tidak mempunyai nilai yang real (nyata) jika perusahaan tidak mempunyai kapasitas (sebagai contoh sumber daya) untuk mengambil manfaat dari kesempatan itu.  Pendekatan ini, bagaimana pun hanya mempertimbangkan kesempatan dan kekuatan ketika mempertimbangkan strategi alternative. Dengan sendirinya kompetensi yang berbeda dengan pesaing adalah sumber daya kunci atau kapabilitas, namun tidak menjamin dapat menjadi keunggulan bersaing, Karena kelemahan dari sumber daya lainnya dapat menghambat keberhasilan sebuah strategi (Wheelen and Hunger, 2012).

Jadi rumus strategi alternative SWOT: SA = O/(S-W)

SA: Strategi Alternatif

O/(S-W): Oportunities/(Strength – Weakness).

Hal tersebut menunjukkan isu-isu penting yang dihadapi para manajer: Apakah kita akan berinvestasi pada kekuatan agar semakin kuat menjadi kompetensi yang berbeda dari pesaing (a distinctive competence) atau berinvestasi untuk memperbaiki kelemahan sehingga paling tidak membuatnya competitive? SWOT analysis bukan jawaban untuk semua permasalahan. Beberapa kritik utama terhadap analisis SWOT adalah (Wheelen and Hunger, 2012):

  • SWOT menghasilkan daftar yang panjang dari factor-faktor strategis
  • SWOT tidak menggunakan bobot untuk mencerminkan prioritas
  • SWOT menggunakan kata-kata dan frasa-frasa yang ambigu
  • Beberapa factor dapat ditempatkan di dalam dua kategori (dapat menjadi kekuatan, juga dapat menjadi kelemahan)
  • Tidak ada kewajiban untuk menferifikasi pendapat dengan data aatau analisis
  • SWOT hanya memerlukan satu tingkat analisis
  • Tidak ada hubungan logis dengan implementasi strategi.

Untuk membuat tabel: External atau Internal Factor Analysis Summary (EFAS atau IFAS), menggunakan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Buat daftar opportunities dan threat, atau Strength dan Weekness antara 8-10 di kolom 1
  2. Buat bobot setiap factor dari 1.0 (sangat penting) sampai 0.0 (tidak penting) di kolom 2 berdasaekan pada factor-faktor kemungkinan dampaknya pada posisi strategic rumah sakit. Total bobot harus 1.00
  3. Buatlah rating setiap factor dari 5.0 (sangat bagus) sampai 1.0 (buruk) pada kolom 3 berdasarkan pada respon rumah sakit terhadap factor tersebut.
  4. Kalikan bobot di kolom 2 dengan rating di kolom 3 untuk memperoleh score tertimbang di kolom 4
  5. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar rasional yang digunakan untuk setiap factor.
  6. Tambahkan score tertimbang setiap factor untuk menghasilkan total score tertimbang untuk perusahaan di kolom 4. Hal ini menunjukkan respon rumah sakit terhadap factor-faktor di lingkungan eksternal untuk EFAS, dan kekuatan dan kelemahan rumah sakit untuk IFAS (Wheelen  and Hunger, 2012).

Dari 8-10 faktor strategis eksternal dan internal dapat diambil 4 atau 5 faktor strategis, dipilih berdasarkan rangking tingkat kepentingan. Contoh berikut ini Matrix EFAS dan IFAS.

Gambar 1. Contoh posisi Strategis Hasil Perhitungan Analisis SWOT (Sumber: Agus Sasono Adi, 2012)

Gambar 2: Jenis Strategi dan Kwadrannya (Sumber: Agus Sasono Adi, 2012)

Total score pada Matrix EFAS dan IFAS digambar pada diagram kartesius Gambar 1 untuk melihat kedudukan hasil perhitungan analisis SWOT, kemudian jenis strateginya dapat dilihat pada Gambar 2, sesuai dengan kwadrannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *