Manajemen Strategik untuk seorang Muslim

ANALISIS LINGKUNGAN INDIVIDU SEORANG MUSLIM

Manajemen strategik bukan saja dapat digunakan untuk perusahaan, atau organisasi nonprofit, tetapi dapat juga digunakan oleh individu, kususnya individu sebagai seorang muslim (termasuk muslimah). Seorang muslim mempunyai visi dan misi yang jelas, mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas dalam hidupnya sehingga hidupnya terarah kepada pencapaian misi dan visinya. Contohnya, visi seorang muslim: menjadi individu yang peling banyak manfaatnya untuk kehidupan ini dan mencapai akhir kehidupan dengan khusnul hotimah. Misi seorang muslim sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang muslim. Standar Operating Prosedur (SOP) sudah jelas, yaitu Al Qur’an dan Hadist.

Istilah strategi sendiri berasal dari istilah militar ketika berperang menggunakan strategi untuk memenangkan peperangan dan menaklukkan musuh. Istilah strategi sudah lama diadopsi oleh perusahaan untuk memenangkan persaingan. Pesaing perusahaan bukanlah musuh tetapi menjadi salah satu unsur stakeholders dari perusahaan, kalau perlu malah kerjasama dengan pesaing untuk hal-hal tertentu dalam memenangkan persaingan di dunia bisnis karena dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi situasi persaingan sudah menjadi hypercompetition. Sebagai seorang muslim juga perlu menggunakan strategi-strategi untuk memenangkan persaingan melawan hawa nafsu dan godaan syaitan yang terkutuk.

Sebelum merumuskan strategi, sebuah perusahaan harus melakukan analisis terhadap lingkungan. Lingkungan adalah sesuatu yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan perusahaan terdiri dari lingkungan  eksternal dan internal.  Lingungan eksternal meliputi lingkungan jauh dan lingkungan dekat.  Lingkungan jauh terdiri dari lingkungan alam dan lingkungan sosial. Lingkungan alam adalah lingkungan di luar manusia (selain manusia), yaitu benda mati (gunung, pantai, hutan dan sebagainya) dan makhluk hidup selain manusia (yaitu binatang dan tumbuh-tumbuhan). Lingkungan sosial adalah lingkungan yang terbentuk  atau dibentuk oleh manusia sebagai makhluk sosial, meliputi lingkungan politik, ekonomi, sosial, hukum dan budaya. Lingkungan dekat adalah pelanggan, pesaing, pemasok, perantara, penyedia barang atau jasa pelengkap. Lingkungan dekat ini langsung mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perusahaan, tetapi tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan, kecuali lingkungan di dalam perusahaan itu sendiri, yang disebut lingkungan internal (Wheelen and Hunger, 2012). Lingkungan internal terdiri dari sumber daya organisasi yang meliputi sumber daya berwujud dan tidak berwujud. Sumber daya yang berwujud adalah sumber daya fisik seperti gedung, peralatan, jumlah pegawai, sarana dan prasarana. Sumber daya tidak berwujud terdiri dari modal manusia (pengetahuan, keterampilan, sikap, pengalaman pegawai), sumber daya informasi, dan sumber daya organisasi (Hitt, Ireland, and Hoskisson, 2011). Seorang muslim sebagai individu hidup dalam sebuah lingkungan, sama halnya dengan organisasi dan perusahaan. Lingkungan alam di sekitar tempat dan tempat bekerja, lingkungan sosial yang mempengaruhi organisasi atau perusahaan juga berpengaruh terhadap individu sebagai pegawai dari sebuah organisasi atau perusahaan. Seorang muslim yang bukan pekerja, tetapi bekerja sendiri atau berwirausaha, atau bahkan yang tidak bekerja juga berada dalam sebuah lingkungan alam maupun sosial. Lingkungan internal untuk seorang muslim adalah sumber daya dari dirinya sendiri, yang sifatnya berwujud dan tidak berwujud. Sumber daya berwujudnya berupa fisiknya sebagai manusia, sedangkan sumber daya tidak berwujudnya adalah kemampuan yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, sikap, pengalaman, dan kepribadiannya.

Baik sebagai oraganisasi atau perusahaan, maupun sebagai individu anggota organisasi atau pegawai perusahaan, wiraswastawan atau tidak bekerja, mempunyai peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal, dan kekuatan serta kelemahan yang berasal dari lingkungan internal. Peluang dari seorang muslim adalah mendapatkan pekerjaan bagi yang belum bekerja dan mau bekerja sebagai pegawai atau berwiraswasta. Untuk yang bekerja ada peluang untuk naik jabatan, atau mendapatkan jabatan baru, ancamannya dapat berupa kehilangan pekerjaan atau mendapatkan hukuman karena berbuat suatu kesalahan yang tidak dapat ditolerir. Kekuatan yang dimiliki seorang muslim dapat digunakan untuk meraih peluang dan mengantisipasi atau menghindari ancaman. Kelemahan seorang muslim dapat diperbaiki dengan kekuatan yang dimilikinya, dan peluang yang dapat diraihnya. Seorang muslim mempunyai hubungan vertikal dengan Allah SWT  Sang Kholik yang menciptakannya (Hablu minallah), dan Hubungan horizontal yaitu hubungan dengan manusia (Habluminnas) dan makhluk lainnya (alam sekitarnya). Seorang muslim mempunyai peluang untuk menjadi orang yang bertakwa dan mempunyai ancaman menjadi orang kafir, musrik atau munafik, apabila kekuatan yang ada pada dirinya sebagai pemberian Allah SWT tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meraih peluang dan mengantisipasi atau menghindari ancaman tersebut.

Apa keunikan seorang muslim?  Apa tujuan hidup seorang muslim?

Seorang muslim menjadikan Al Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidupnya. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat Ad Dzariyat, Ayat 56 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ yang terjemahannya “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku”. Sudahkan seorang muslim itu mencapai tujuan penciptaannya?

Surat Al-Baqarah ayat 30: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Jadi tugas seorang muslim selain untuk beribadah/menyembah Allah SWT juga menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah artinya pengganti. Manusia sebagai kholifah mempunyai tugas untuk membuat perbaikan bukan sebaliknya untuk membuat kerusakan di muka bumi (bersambung).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *